Yapen – Polres Kepulauan Yapen saat melaksanakan kegiatan jumat curhat bersama warga Kampung Pasir Hitam di salah satu rumah warga, menjadi momentum penting dimana warga sekitar yang hadir menyampaikan berbagai keluhan-keluhan penting yang sangat meresahkan masyarakat. Jumat (22/3/24).

Kegiatan jumat curhat ini, di hadiri oleh Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih dalam hal ini Wakapolres Yapen KOMPOL Nursalam Saka bersama beberapa PJU dan anggota Polres Kepulauan Yapen lainnya.

Dari berbagai masukan-masukan keluhan warga, di keluhkan terkait peredaran minuman keras baik minuman toko, minuman lokal dimana sangat mengganggu keamanan masyarakat hingga adanya keributan hingga terjadinya meninggal dunia karena minuman keras.
Selain itu pula, warga keluhkan akan sering kebisingan kendaraan bermotor yang balap-balap membuat keresahan warga, keluhan warga akan rusaknya terumbu karang yang di ambil untuk membuat kapur makan pinang, adanya kapal bagan ikan membuat hasil mancing ikan nelayan tradisional menurun, peredaran ganja bagi anak-anak muda dan berbagai keluhan lainnya.
Di tempat yang sama, hadir pula beberapa aparat Kampung dari Kampung Yapen Barat dimana menginginkan peningkatan patroli termasuk adanya perhatian bagi anak-anak yang ingin mengikuti tes Polisi di Tahun 2024.
Menyikapi berbagai masukan-masukan warga, Wakapolres Yapen KOMPOL Nursalam Saka mengungkapkan, miras merupakan masalah tersendiri bagi masyarakat dimana suatu permasalahan-permasalahan baik kriminal, Laka Lantas, keributan dan berbagai masalah lainnya.
“anggota kami selalu menyita minuman keras dan di buang karena itu merupakan hal tidak baik, juga terkait narkoba tidak segan-segan terus mengejar para pengedar narkotika dan beberapa waktu lalu telah di lakukan penangkapan sebanyak lima pelaku pengedar ganja dan di proses hukum”.
Untuk keresahan akan balapan liar yang meresahkan warga dengan kenalpot racing, dari Sat Lantas tiap harinya melakukan patroli dan swiping untuk menciptakan pengendara tertib berlalu lintas.
Terkait dengan keluhan akan rusaknya terumbu karang, KOMPOL Nursalam Saka mengajak warga untuk tidak membuang bom ikan agar tidak terkena dampak kepada terumbu karang, juga untuk pembuatan kapur makan pinang dihimbau bisa memakain bahan alam yang lain dan tidak lagi memakai terumbu karang.
Dalam kesempatan ini pula, Wakapolres Yapen menghimbau kepada seluruh orang tua untuk bisa menyiapkan anak-anaknya yang ingin mengikuti tes Polisi namun diwaktu yang masih ada sebelum di buka secara resmi pembukaan penerimaan anggota Polri bisa menjaga kesehatan, tidak miras, bisa shering terkait apa yang harus di persiapkan.

